Uang Kumal tak Aman

Jum’at , 10 Desember 2010

Dengan sedikit mengomel, Andy memasukkan dua lembar uang kertas seribuan ke dompetnya. Pria 24 tahun itu sebal karena uang kembalian yang diterimanya dari sopir angkutan kota (angkot) terlihat kumal dan lecek. Bahkan terasa lembab. Sesampai di rumah, Andy langsung mencuci tangannya dengan sabun.
“Takut kena diare,” pengakuan Andy.
Sikap  Andy itu, bisa jadi berlebihan. Tapi, uang kertas yang berpindah dari satu tangan ke tangan lain memang bisa mengandung bakteri. Uang dalam kondisi lembab atau basah memungkinkan bakteri hidup lebih lama dan berpindah ke tangan pemegang berikutnya.
Tapi, jangan buru-buru kuatir. Sebab, bakteri dalam uang itu umumnya tidak berbahaya. Menurut dr Yenny Handayani SpPD K-HOM dai Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang, dalam kondisi normal, tubuh manusia, termasuk telapak tangan memang mengandung bakteri oportunis. Yang sering dijumpai adalah koliform total, koliform tinja, escherichia coli (e-coli), klebsiella, enterobacter, dan jamur. “Tapi, mereka cenderung tidak berbahaya,” beber perempuan berjilbab ini.
Uang kertas, lanjutnya, memang bisa menjadi perantara beberapa penyakit menular seperti kolera, demam tifoid, atau disentri. Tapi kemungkinannya sangat kecil. Dicontohkannya, bila seorang carrier (pembawa) bakteri penyebab demam tifoid memegang uang kertas lalu menyerahkannya kepada pedagang makanan, bakteri tersebut akan berpindah ke tangan si pedagang makanan. Hanya, jumlahnya sudah berkurang.
“Dari tangan si pedagang, bakteri bisa berpindah ke makanan. Tapi, jumlahnya tidak cukup banyak untuk mencetuskan penyakit tersebut ke orang yang mengonsumsi makanan itu. Kalaupun bakteri masuk ke tubuh, sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh akan langsung mengeliminasi bakteri yang dianggap berbahaya,” imbuhnya. Bahkan, karena sering mengalami itu, tubuh kebal dengan sendirinya.
Karena itu, tak perlu terlalu panik jika kita menerima uang kembalian dari pedagang pasar, sopir angkot, atau siapa saja, sekalipun uang tersebut kumal atau lembab. Meski begitu, kita dianjurkan tidak menyimpan uang dalam keadaan lembab. “Jemur uang itu sampai benar-benar kering. Bakterinya pasti mati,” tegas dr Yenny.
Selain kondisi uang, lanjut Yenny, yang lebih perlu diperhatikan adalah standar kebersihan masing-masing individu. Biasakan mencuci tangan dengan bersih. “Menggunakan cairan pembersih tangan yang banyak beredar di pasaran sudah cukup. Namun, yang baik dan benar adalah mencuci tangan dengan sabun dan air,”  tandasnya.(mg39)

Sumber :  Sumatera Ekspress

0 Responses to “Uang Kumal tak Aman”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




air bersih hidup sehat


%d bloggers like this: